Motor servo dibagi menjadi dua kategori: servo AC dan servo DC.
Struktur dasar motor servo AC mirip dengan motor induksi AC (motor asinkron). Terdapat dua belitan eksitasi Wf dan belitan kontrol WcoWf dengan perpindahan ruang fasa sudut listrik 90 derajat pada stator, yang dihubungkan ke tegangan AC konstan. Tegangan AC atau perubahan fasa yang diterapkan pada Wc digunakan untuk mengontrol pengoperasian motor.
Motor servo AC memiliki karakteristik pengoperasian yang stabil, kemampuan pengendalian yang baik, respons cepat, sensitivitas tinggi, dan indikator nonlinier yang ketat dari karakteristik mekanis dan karakteristik penyesuaian (masing-masing harus kurang dari 10%~15% dan kurang dari 15%~25%)
Kelebihan dan Kekurangan Motor Servo DC
Keunggulan: pengendalian kecepatan yang presisi, karakteristik kecepatan torsi yang sangat kaku, prinsip pengendalian yang sederhana, mudah digunakan, dan murah.
Kekurangan: pergantian sikat, batas kecepatan, hambatan tambahan, dan timbulnya partikel keausan (tidak cocok untuk lingkungan bebas debu dan ledakan).
Struktur dasar motor servo DC mirip dengan motor DC pada umumnya. Kecepatan motor n=E/K1j=(Ua-IaRa)/K1j, dengan E adalah gaya gerak listrik balik jangkar, K adalah konstanta, j adalah fluks per kutub, Ua dan Ia adalah tegangan jangkar dan arus jangkar, dan Ra adalah tahanan jangkar. Mengubah Ua atau mengubah φ dapat mengontrol kecepatan motor servo DC, tetapi metode pengendalian tegangan jangkar yang umum digunakan. Pada motor servo DC magnet permanen, belitan eksitasi digantikan oleh magnet permanen, dan fluks φ konstan. Motor servo DC memiliki karakteristik regulasi linier yang baik dan respon waktu yang cepat.






